SMK BISA!!

+++++++++++

********

animasi blog
Sekolah Berprestasi!!!!

6 Karakter!!!!

http://www.sch-id.net/admin/galeri/f4664_karakter.gif

Live Traffic Feed

Pengunjung

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Penyusunan Modul

Oleh Admin 31-01-2015 17:56:53

1.   Tujuan

Prosedur  ini dibuat untuk memastikan  bahwa modul sudah disusun sebelum proses pemelajaran dilaksanakan.

 

2.   Ruang Lingkup

1.1    Penetapan tim penyusun modul.

2.2    Penulisan draf modul.

3.3    Editing.

4.4    Pengesahan dan Penggandaan.

 

3.   Referensi

3.1    Kurikulum KTSP

 

4.   Definisi

 

5.   Prosedur

 

5.1    Tanggung Jawab

5.1.1    Tanggung jawab untuk memastikan bahwa penyusunan modul telah dilakukan dengan baik dan tersedia sebelum proses pemelajaran dimulai terletak pada wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

5.1.2    Dalam pelaksanaan tugasnya wakil kepala sekolah bidang 

         kurikulum dibantu oleh tim penyusunan modul.

 

5.2    Umum

Prosedur penyusunan modul meliputi :

5.2.1    Penetapan tim penyusunan modul.

5.2.2    Penulisan draf modul.

5.2.3    Editing.

5.2.4    Pengesahan dan Penggandaan.

 

5.3    Penetapan tim penyusunan modul

5.3.1    Ketua program keahlian mengusulkan nama-nama tim penyusun modul produktif kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

5.3.2    Wakil kepala sekolah bidang kurikulum menetapkan tim penyusun modul adaptif dan normatif.

5.3.3    Kepala sekolah mengeluarkan SK tim penyusun modul atas usul wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

5.3.4    Tim penyusun modul terdiri dari  penulis  dan  editor.

5.3.5    Wakil Kepala sekolah bidang kurikulum  membuat jadwal  penyusunan modul.

 

 

 

 

 

 

5.4  Penulisan draf modul

5.4.1    Draf modul adalah konsep / rancangan penyusunan modul dengan mengikuti kerangka/pedoman penyusunan modul.

5.4.2    Tim  penulis  harus  menulis  draf  modul  sesuai  dengan  kurikulum KTSP.

5.4.3    Dalam   penulisan   draf   modul   ,  tim   dapat   mengajukan   daftar kebutuhan   alat   /  bahan   kepada   wakil   kepala   sekolah   bidang kurikulum.

5.4.4    Penulisan draf modul harus sudah selesai satu  bulan sebelum diklatdimulai.

5.4.5    Draf modul harus disusun dalam bentuk ketikan komputer.

5.4.6    Draf   modul   diserahkan   kepada   wakil   kepala   sekolah   bidang kurikulum untuk diedit oleh tim editor.

 

5.5  Editing

5.5.1    Wakil kepala sekolah bidang  kurikulum menyerahkan   draf modul kepada tim editor.

5.5.2    Tim  editor  melakukan   pemeriksaan   draf  modul  yang  meliputiketerbacaan,  substansi  materi,  kaidah  penulisan,  dan kelengkapan modul.

5.5.3    Draf modul yang sudah dinyatakan  layak oleh editor   diserahkankepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

5.5.4    Draf modul yang memerlukan perbaikan dikonsultasikan  langsung oleh editor kepada penulis.

5.5.5    Editing sudah harus selesai  dua minggu sebelum tahun ajaran baru dimulai.

5.5.6    Wakil   kepala   sekolah   bidang   kurikulum   menyerahkan   modul kepada kepala sekolah untuk disahkan.

 

5.6  Pengesahan dan Penggandaan

5.6.1    Modul yang sudah dinyatakan layak,  disahkan oleh kepala sekolah untuk diperbanyak dan digunakan.

5.6.2    Modul yang ditulis pihak oleh pihak luar dapat digunakan setelah diperiksa dan disahkan oleh Kepala Sekolah.

5.6.3    Biaya  penggandaan  modul  untuk  siswa  ditanggung  oleh  masing- masing siswa.

5.6.4    Penggandaan  modul  disesuaikan  dengan  kebutuhan  pembelajaran dan di koordinir oleh wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana.

5.6.5    Guru mata diklat / guru kompetensi mendistribusikan modul paling lambat satu minggu sebelum pemelajaran dimulai.

5.6.6    Setiap   siswa,   penulis,   editor,   wakil   kepala   sekolah   bidang kurikulum, dan perpustakaan harus mendapat satu copy modul, sedangkan master modul ( hard copy dan soft copy ) disimpan oleh wakil kepala sekolah bidang  kurikulum.

6.    LAMPIRAN

6.1    Daftar penulis dan editor

6.2    Format tanda terima modul

6.3    Daftar modul