SMK BISA!!

+++++++++++

********

animasi blog
Sekolah Berprestasi!!!!

6 Karakter!!!!

http://www.sch-id.net/admin/galeri/f4664_karakter.gif

Live Traffic Feed

Pengunjung

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Peraturan Akademik

Oleh Admin 31-01-2015 18:54:13

KEPUTUSAN

KEPALA SMK YMIK JAKARTA

Nomor:023/01.03.104/YMIK/2014

tentang

PENETAPAN PERATURAN AKADEMIK SMP YMIK JAKARTA

 

Menimbang :

  1. Bahwa Kepala Sekolah karena kedudukan, fungsi, wewenang, dan tugasnya
        bertanggung jawab penuh terhadap keberhasilan mencapai visi dan misi SMK
        YMIK JAKARTA.
  2. Bahwa untuk memperlancar kegiatan akademik  di SMP YMIKJAKARTA, perlu
        adanya Penetapan Visi, Misi dan Tujuan SMK YMIK.

 

Mengingat :  

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  20 Tahun  2003 tentang Sistem
        Pendidikan Nasional,
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Undang-
        Undang Guru dan Dosen,
  3. Peraturan  Pemerintah  Republik  Indonesia  Nomor     19 Tahun  2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan,

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar
        Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar
        Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 Tanggal 23 Mei
        2007 Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan
        Menengah
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
        2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan,

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

 

Pertama     :  Menetapkan Visi-Misi dan Tujuan SMP YMIKJAKARTA
                      sebagaimana tercantum dalam keputusan ini.

Kedua         : Surat Keputusan ini berlaku untuk angkatan tahun pelajaran 2014/2015
                     dengan  ketentuan  apabila  pada  kemudian  hari  ternyata  terdapat
                     kekeliruan akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya

 

Ditetapkan di                                                             : Jakarta

Pada tanggal                                                          : 14 Juli 2014

Kepala SMK YMIK

 

 

Haris, S.Ip

NIP.

 

 

 

 

 

 

PEDOMAN

AKADEMIK BAGI GURU

SMP YMIKJAKARTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


SMP YMIKJAKARTA

Jalan Raya Joglo ( Komp.DPR.RI ) Pos. 11640

Telp. 021-5840517 Fax. 021.5859142

e.mail.  ymiksmk@yahoo.co.id  web.  www.smk-ymik.com

Kembangan – Jakarta Barat

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGERTIAN UMUM

 

Pasal 1

Program Pendidikan

 

1.  Guru  adalah  tenaga  pendidik  yang  mengajar  di  sebuah  satuan
       pendidikan (sekolah) sesuai dengan tugas yang diberikan oleh sekolah.

2.  Guru Piket adalah tenaga pendidik yang memperoleh tugas tambahan
       sebagai piket Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan Bidang Ketertiban
       sesuai dengan uraian tugas yang telah ditetapkan.

3.  Wali  Kelas  adalah  guru  yang  mendapat  tugas  tambahan  untuk
       membimbing kelas tertentu dengan urian tugas yang telah ditetapkan.

4.    Kompetensi profesional guru adalah kemampuan seorang guru dalam
       melaksanakan tugas profesi keguruan dengan penuh tanggung jawab
       dan dedikasi tinggi dengan sarana penunjang berupa bekal pengetahuan
       yang dimilikinya.

5.    Profil Guru adalah informasi tentang seorang guru yang meliputi identitas
       pribadi, latar belakang pendidikan, dan keterangan lain yang diperlukan.

6.    Profil siswa adalah kumpulan data tentang seorang siswa yang meliputi
       identitas  diri,  latar  belakang  keluarga,  dan  keterangan  lain  yang
       diperlukan.

7.    Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
       kompetensi   peserta   didik   secara   berkelanjutan   dalam   proses
       pembelajaran,  untuk  memantau  kemajuan,  melakukan  perbaikan
       pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.

8.    Kriteria  ketuntasan  minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar
       (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang
       satuan  pendidikan  untuk  kelompok  mata  pelajaran  selain  ilmu
       pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.

BAB 2

KEGIATAN AKADEMIK DI SMP YMIKJAKARTA

 

Pasal 2

Proses Pendidikan

 

1.  SMP YMIKJAKARTAmenggunakan pengaturan beban belajar dalam
      sistem  paket.  Untuk  rancangan  ke  depan,  digunakan  sistem  kredit
      semester (SKS).

2.  Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran di SMP YMIKJAKARTA
      dialokasikan  sebagaimana  tertera  dalam  struktur  kurikulum  masing-
      masing program keahlian.

3.  Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka 45 menit sesuai Kurikulum,
      selanjutnya diatur sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

a.  Realisasi pelaksanaan : jadwal pelajaran terdiri dari 40 menit tatap
      muka dan tugas mandiri 5 menit’

b.  Bila  terdapat  upacara/pembinaan  siswa,  maka  waktu  yang
      dialokasikan adalah 45 menit, dan alokasi waktu pelajaran tatap
      muka di hari tersebut dibagi rata (diatur sesuai dengan kebutuhan).

4.   Pendidikan dan pelatihan SMK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan
      sistem ganda, artinya pendidikan tersebut dilaksanakan di sekolah dan
      dunia usaha/industri.

5.   Pendidikan dan pelatihan di SMP YMIK JAKARTA minimal berlangsung

selama 3 tahun.

 

Pasal 3

Penilaian Hasil Belajar Siswa

 

1.   Penilaian hasil belajar siswa meliputi:

a.  Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk
      merigukur   pencapaian   kompetensi   peserta   didik   setelah
      menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.

b.  Ulangan  tengah  semester  adalah  kegiatan  yang  dilakukan  oleh
      pendidik  untuk  mengukur  pencapaian  kompetensi  peserta  didik
      setelah melaksanakan 8 - 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan
      ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh
      KD pada periode tersebut.

c.  Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
      untuk  mengukur  pencapaian  kompetensi  peserta  didik  di  akhir
      semester.  Cakupan  ulangan  meliputi  seluruh  indikator   yang
      merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. Khusus untuk
      siswa Prakerin Ulangan Akhir Semester berupa Presentasi Laporan
      Prakerin.

d.  Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
      di  akhir  semester  genap  untuk  mengukur pencapaian kompetensi
      peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang
      menggunakan  sistem  paket.  Cakupan  ulangan  meliputi  seluruh
      indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.

e.  Ujian  sekolah/madrasah  adalah  kegiatan  pengukuran  pencapaian
      kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk
      memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah
      satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran
      yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu
      pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional
      dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran
      agama  dan  akhlak  mulia  serta   kelompok   mata  pelajaran
      kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian
      Sekolah/Madrasah.

f.    Ujian   Nasional  yang  selanjutnya  disebut  UN  adalah  kegiatan
      pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik  pada  beberapa
      mata  pelajaran  tertentu  dalam  kelompok  mata  pelajaran  ilmu

 

 

 

 

 

 

pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

2.  Persentase aspek kognitif, afektif,    dan  psikomotorik  dalam penilaian
      antara satu mata pelajaran dan atau mata pelajaran lain berbeda sesuai
      dengan karakter dan tujuan mata pelajaran yang bersangkutan.

3.  Nilai      standar   kompetensi/kompetensi   dasar   diperoleh   dengan
      mempertimbangkan ulangan harian, nilai tugas, nilai keaktifan  siswa,
      kehadiran,   dan lain-lain sesuai dengan karakter dan kebutuhan mata
      pelajaran

4.  Nilai Laporan Setengah Semester diperoleh dari rata-tara nilai standar
      kompetensi/kompetensi  dasar  selama  setengah  semester  dan  nilai
      ulangan tengah semester

5.  Nilai  Laporan  Akhir  Semester  diperoleh  dari  rata-tara  nilai  standar
      kompetensi/kompetensi dasar selama satu semester dan nilai ulangan
      akhir semester, 

6.  Nilai    Transkrip    diperoleh   dari   rata-rata   akhir   nilai    standar
      kompetensi/kompetensi dasar di akhir mengikuti pendidikan.

7.  Nilai  Praktek  Kerja  Industri      (Prakerin)  diperoleh  dari  DU/DI  tempat
      dilaksanakannya  Prakerin  dan  Penilaian  Presentasi  Laporan  yang  di
      laksanakan di sekolah pada akhir masa Prakerin.

 

Pasal 4

Bobot Penilaian Hasil Belajar

 

1.   Penilaian hasil belajar mata pelajaran sebagai berikut.

a) Nilai Laporan Tengah Semester (NTS)

NTS ={(rata-rata standar kompetensi/kompetensi dasar x 70%)+(nilai ulangan tengah semester x 30%)}

b) Nilai Laporan Akhir Semester (NAS)

NAS ={(rata-rata standar kompetensi/kompetensi dasar x 70%)+(nilai ulangan akhir semester x 30%)}

Skala penilaian siswa dinyatakan sebagai berikut.

 

ANGKA

HURUF/PREDIKAT

NORMATIF/ADAPTIF             PRODUKTIF

9,00 - 10,00                        9,00 - 10,00             A (Lulus Amat Baik)

7,51 - 8,99                          8,00 - 8,99              B (Lulus Baik)

6,00 - 7,50                          7,00 - 7,99              C (Lulus Cukup)

0,00 - 5,99                          0,00 - 6,99              D (Belum Lulus)

 

 

 

 

 

 

2.  Guru wajib memberikan ujian perbaikan bagi siswa yang memperoleh
      nilai  D sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.   Hasil ujian
      perbaikan tersebut maksimal C...

 

Pasal 5

Kenaikan dan Kelulusan Siswa

 

1.   Kenaikan kelas dilaksanakan pada akhir setiap tahun pelajaran.

2.   Siswa dinyatakan tidak naik jika:

a.  terdapat nilai  standar  kompetensi/kompetensi dasar untuk mata
      pelajaran produktif di bawah 7,00;

b.  terdapat tiga nilai mata pelajaran normatif dan atau   adaptif   di
      bawah 6,00;

c.  nilai pengembangan diri < baik.

d.  nilai kepribadian < baik.

3.   Standar kelulusan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 

Pasal 6

Pelaporan Hasil Belajar

 

1.   Guru harus menyerahkan nilai hasil belajar siswa pada waktu yang telah

ditetapkan.

2.   Nilai siswa diserahkan dalam bentuk softcopy.

3.   Hasil belajar siswa dilaporkan dalam bentuk:

a.  KHS tengah semester dan akhir semester yang diberikan sesuai
      dengan kalender akademik.

b.  Rapor yang diberikan di tiap akhir semester.

c.  Transkrip

4.   Nilai mata pelajaran normatif dan atau adaptif yang dicantumkan dalam
      KHS dan rapor  adalah  nilai  rata-rata  dengan  syarat  seluruh  nilai
      kompetensi  dasar/sub  kompetensi  sudah  sesuai  dengan  KKM  yang
      ditetapkan.

5. Nilai mata pelajaran produktif yang dicantumkan dalam nilai lapor dan rapor adalah nilai terendah dari Standar Komperetensi atau Kompetensi Dasar.

BAB III

KEWAJIBAN GURU

 

Pasal 7

Kewajiban Umum

 

1.   Guru wajib memberikan pengetahuan (cognitif), sikap/nilai (affective) dan
      keterampilan (psikomotorik) kepada anak didik.

2.   Guru wajib berperan sebagai pembimbing proses belajar mengajar untuk

mencapai tujuan pendidikan.

 

 

 

 

 

 

3.  Guru wajib mematuhi peraturan yang berlaku baik peraturan pemerintah,
      peraturan pemerintah kota dan atau peraturan lembaga.

4.  Guru wajib menjaga terpeliharanya kebersihan, keamanan  ,ketertiban,
      dan kenyamanan lingkungan sekolah.

5.  Guru  wajib  berperan  serta  dalam  kelancaran  belajar  mengajar  di
      sekolah..

6.   Guru wajib menjaga nama baik sekolah

 

Pasal 8

Kewajiban Administratif

 

1.   Untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar guru harus menyusun dan
      mempersiapkan dokumen yang meliputi:

a.  Referensi

1)    SK Pembagian Tugas.

2)    Buku Panduan Akademis.

3)    Kalender Pendidikan.

4)    Struktur Kurikulum.

5)    Penyebaran Kompetensi

6)    Silabus.

7)    Kriteria Ketuntasan Minimal.

b.  Perencanaan.

1)    Jadwal Mengajar.

2)    Perhitungan Waktu Efektif.

3)    Analisis Program Pengajaran.

4)    Program Tahunan.

5)    Program Semester.

6)    Rencana Pelaksanaan Penilaian.

7)    Rencana Pelaksanaan Pemelajaran (RPP).

8)    Kisi-kisi Soal

9)    Kartu Soal

10) Pedoman Penskoran

11) Instrumen Penilaian Sikap

12) Instrumen Penilaian Ketrampilan

13) Data Media Pembelajaran Guru

14) Data Bahan Ajar Guru

 

c.  Pelaksanaan

1)    Jurnal Mengajar.

2)    Absensi Kehadiran Siswa.

3)    Pembinaan Siswa dalam KBM

4)     Daftar Nilai.

 

d.  Tindak Lanjut

1)    Analisis Daya Serap.

2)    Program Perbaikan.

3)    Program Pengayaan

4)    Analisis Pencapaian Target Kurikulum

 

 

 

 

 

 

 

5)    Analisis Instrumen Penilaian

6)    Rencana/Laporan Penelitian Tindakan.

2.  Guru Harus mengisi Jurnal Kelas.

3.  Guru harus melaksanakan presensi siswa sebelum memulai pelajaran,
      dan bagi mata pelajaran yang blok satu hari penuh presensi siswa
      minimal dilakukan tiga kali.

 

 

Pasal 9

Pembinaan Siswa

 

1.  Guru berkewajiban untuk membina siswa yang bermasalah.

2.  Proses pembinaan dan hasilnya dicantumkan dalam form pembinaan
      siswa.

3.  Jika proses pembinaan tidak berhasil, maka guru wajib menghubungi wali
      kelas/ BK.

4.  Guru berhak untuk mencatat nama siswa yang melakukan pelanggaran
      ke dalam kartu pelanggaran siswa dan menyerahkannya ke guru piket.

 

 

Pasal 10

Seragam

 

1.  Guru  harus  mengenakan  seragam  dengan  ketentuan  yang  telah
      ditetapkan sekolah.

 

a.  Senin-Kamis

b.  Jumat

c.   Sabtu

d.  Setiap tanggal 17


:   Seragam PDH (coklat pemkot)

:   Batik Pemkot (PNS), Batik sekolah (non PNS) :   :                Bebas Rapi

:   Batik Korpi (PNS), Batik sekolah (non PNS)
    Apabiggal 17 bertepatan hari minggu/libur
    maka tanggal 18  memakai Batik Korpi (PNS),
    Batik sekol

Pasal 11

Jam Dinas

 

 

1.  Guru wajib mengajar minimal 24 jam

2.  Untuk guru yang karena satu dan lain hal tidak bisa mengajar 24 jam,
      maka diwajibkan untuk memberikan bimbingan konseling kepada siswa
      dengan jumlah sesuai ketentuan.

3.  Guru harus masuk sekolah minimal 5 hari dalam satu minggu.

 

Pasal 12

Kehadiran Guru

 

1.  Guru wajib mengisi daftar hadir guru yang ada di piket.

 

 

 

 

 

 

2.  Guru harus hadir di sekolah selambat-lambatnya 5 menit sebelum jam